Penuhi Asupan Nutrisi Berkualitas Anda Dengan Makan Daging Ayam dan Telur Tiap Hari

www.pexels.com


Ayam dan telur, mana yang lebih dulu? Pertanyaan ini sudah ditanyakan banyak orang sejak dulu. Entah dalam konteks serius alias ilmiah atau hanya sekadar gurauan. Kenapa pertanyaan ini begitu familier di telingan kita. Jawabnya, karena ayam dan telur adalah memang makanan favorit kita. Benarkah favorit? Mungkin belum.

Lalu mana yang lebih dulu, ayam atau telur? Tidak begitu penting untuk kita mengetahuinya. Yang lebih penting dari itu adalah manfaat yang begitu besar yang diberikan kedua sumber pangan ini.

Ayam dan telur merupakan sumber protein hewani bagi tubuh kita. Protein hewani dalam tubuh membantu dalam proses pertumbuhan sel-sel tubuh. Protein hewani juga membentuk otak manusia dan sel darah merah lebih kuat sehingga tidak mudah pecah, karenanya membuat otak manusia bisa cerdas, meningkatkan prestasi dan produkitivitasnya.

Itu beberapa hal yang membuat kita sangat butuh protein terutama dari daging ayam dan telur. Selain itu untuk apa? Jawabnya, untuk fakta ini.

Pasar Global dan Asupan Gizi

Sebagai salah satu negara yang ikut andil dalam deklarasi pasar global, Indonesia berada di antara berbagai negara lain dalam persaingan sengit untuk jadi negara berkualitas di semua sektor. Karena pasar global pula persaingan antar SDM akan sangat dirasakan dalam hal beroleh pekerjaan karena semua SDM dari negara-negara lain dapat masuk ke Indonesia.

Karena yang jadi ujung tombak adalah setiap individu dengan SDM yang berkualitas, maka hal ini sangat berkaitan erat dengan kesehatan dan kecerdasan setiap individu. Hal itu tidak terlepas dari asupan gizi dan nutrisi berkualitas, sebagai modal manusia untuk menjadi sehat, cerdas, dan hasilnya berkualitas.

Gampangnya, asupan nutrisi itu dapat dibagi menjadi dua hal pokok; pertama kalori sebagai bahan bakar untuk bekerja, beraktivitas, berinteraksi dan kedua protein untuk tumbuh kembang, generasi dan regenerasi sel agar tetap hidup sehat, bugar, dan tentunya untuk jadi pintar.

Untuk dua hal ini, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi 2012 menggariskan standar asupan sebesar 2.150 kkal dan 57 gram protein sehari.

baranews.co

Tapi faktanya sangat mengejutkan. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 yang diselenggarakan Badan Statistik Nasional menemukan data konsumsi rerata kalori dan protein perhari di angka 2.037,40 kkal kalori dan 56,67 gram protein sehari.

Memang tidak terlalu jauh dari angka standar kebutuhan kalori dan protein yang telah digariskan, karena hanya dengan menambahkan beberapa makanan lagi, angka standar itu akan terpenuhi. Tapi seharusnya kita bisa jauh melampaui kebutuhan standar itu, jika fakta mengejutkan ini kita sadari dan kita rubah.

Rokok dan Masalah Setelahnya

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 memberikan temuan mengejutkan lain. Dari hasil survei di bulan Maret 2016, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan (dalam Rp) untuk makanan dan presentase terhadap total pengeluaran menunjukkan rokok menempati peringkat ketiga sebagai pengeluaran terbanyak perbulan jauh meninggalkan pengeluaran telur dan daging sebagai sumber protein.


baranews.co

Rokok hari ini memang jadi fakta mengerikan. Sebuah stasiun televisi pernah menayangkan sebuah wawancara dengan seorang tukang ojek yang dengan rata-rata penghasilannya 60 ribu perhari, sang tukang ojek sangat jarang beli daging ayam dan telur namun mengkonsumsi 6 batang rokok perhari.

Lihat videonya...

Dengan adanya fakta itu kita jadi tahu, kurang tepenuhinya kebutuhan standar kalori dan protein masyarakat Indonesia bukan semata-mata soal kesulitan ekonomi, namun lebih karena pola belanja masyarakat Indonesia yang tidak berorientasi pada pemenuhan asupan nutrisi untuk kesehatan dan kecerdasan.

Salah Asumsi Soal Daging Ayam dan Telur

Selain karena pola belanja yang tidak tepat, masyarakat juga banyak yang memiliki asumsi keliru tentang banyak makan telur akan mengakibatkan kolesterol dan bisul. Kasus telur yang dapat membuat bisul adalah kasus yang sangat jarang terjadi. Hanya pada orang yang memiliki alergi terhadap beberapa makanan termasuk telur.

Bagi orang yang tidak memiliki alergi, tidak perlu kawatir, karena justru telur mengandung protein hewani dengan asam animo yang sangat lengkap dan bermanfaat untuk pertahanan tubuh, perbaikan sel-sel tubuh dan sel-sel otak sehingga manfaatnya untuk kesehatan dan juga kecerdasan.

Telur memiliki berbagai manfaat di antaranya: menjaga kekuatan otot, membantu menguatkan fungsi otak dan daya ingat, membantu tubuh menghasilkan energi yang dibutuhkan, membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara tepat, mengurangi resiko penyakit jantung, membantu bayi dalam kandungan tetap berkembang dengan sehat, menjaga pandangan mata tetap kuat, membantu mengurangi kelebihan berat badan, dan menjaga agar tetap terlihat segar bugar.

Selain memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, berdasarkan penelitian harga makanan sumber protein berdasarkan harga per gram protein, maka harga protein telur ayam adalah termurah. Harga protein telur hanya Rp. 144/gram, lebih murah dibanding harga protein tempe (Rp. 181/gram).  (Lihat gambar)


pinsarindonesia.com

Sementara anggapan tentang banyak makan telur bisa mengakibatkan kolesterol juga tidak terbukti. Sebaliknya telur mengandung kolesterol baik bukan kolesterol jahat. Banyak kasus kolesterol yang menjangkiti banyak orang bukan dari telur atau komoditi peternakan lain, namun karena makanan yang digoreng dengan minyak goreng yang sudah digunakan berulang kali hingga menghasilkan kolesterol jahat.

Selain itu ada juga anggapan tak mendasar tentang tidak sehatnya ayam pedaging (broiler). Ayam pedaging (broiler) bisa lebih cepat besar karena dianggap disuntik hormon.

Hal ini tidak terbukti benar, karena harga satu dosis hormon untuk satu kali suntik mencapai harga 5 USD (Rp. 65.000) sementara harga ayam di tingkat peternak kurang dari Rp. 20.000/ekor. Proses pertumbuhan ayam pedaging bisa cepat sebagai hasil persilangan puluhan tahun sesuai dengan kaidah ilmu genetika sehingga dihasilkan ayam dengan mutu genetik yang bagus. Hal ini sebagaimana pula dilakukan pada komoditi pertanian; seperti padi, jagung, dan sebagainya yang telah dilakukan proses perbaikan genetik sehingga menghasilkan komoditi yang semakin produktif.  

Di samping itu, selain pertumbuhannya yang cepat karena didorong persilangan genetik selama bertahun-tahun, kini peternak ayam pedaging juga sangat memperhatikan kesehatan ayam-ayam mereka. Banyak dari mereka yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama di bidang kesehatan binatang ternak yang selalu tanggap dalam memerangi penyakit hewan seperti Ceva.

Selain dari sisi kesehatan ayam, para pengusaha ayam broiler juga sangat memperhatikan pakan berkualitas bagi ayam broiler. Mereka banyak mempercayakan nutrisi pakan berkualitas untuk ayam-ayamnya dengan melakukan kerjasama dengan trouwnutrition yang menjadi perusahaan terkemuka di bidang penyedia nutrisi pakan hewan ternak dan ikan berkualitas.

Daging ayam broiler kandungan kolesterolnya rendah dan kaya vitamin B dan mineral sehingga sangat diperlukan untuk kesehatan sistem syaraf dan pertumbuhan. Pada daging ayam, kandungan lemaknya lebih tinggi daripada telur tetapi komposisinya sebagian besar terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda yang penting bagi penyakit jantung koroner.

Mungkin memang kita perlu memperbaiki persepsi kita. Karena rokok yang dengan jelas dan tegas dapat mengakibatkan berbagai penyakit tetap menempati posisi atas untuk pengeluaran perbulan. Tapi telur dan daging ayam yang sehat dianggap buruk bagi sebagian orang.

Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi setiap individu maupun pemerintah. Dengan memperbaiki pola belanja dan persepsi masyarakat tentang telur dan daging ayam broiler, hal ini akan memperbaiki pemenuhan standar kalori dan protein masyarakat tiap hari bahkan bukan hanya untuk pemenuhan standar tapi juga bisa lebih jauh dari angka standar. Sehingga masyarakat akan lebih sehat dan cerdas.

Selain itu, dengan adanya perhatian serius dari berbagai pihak, bukan hanya masyarakat semakin sehat dan cerdas hingga mampu bersaing dalam pasar global, namun juga para peternak unggas akan semakin berkembang. Sehingga hasil peternakan unggas dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat bahkan dapat menjadi pengekspor hasil peternakan unggas terkemuka di dunia.

Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN)

Salah satu usaha untuk lebih mendongkrak daya konsumsi masyarakat akan telur dan ayam pedaging di Indonesia adalah dengan adanya acara Hari Ayam dan Telur Nasional yang telah diakui sebagai bagian dari World Egg Day oleh International Egg Commision sejak 2016. 

Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dicanangkan pertama kali oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MA di Senayan Jakarta dalam acara festival ayam dan telur 15 Oktober 2011. Sejak saat itu setiap 15 Oktober diperingati Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN).

Di kancah Internasional, juga terdapat World Egg Day (WED) sebagai acara Hari Telur Sedunia yang jatuh setiap minggu ke dua di hari Jum’at pada bulan Oktober. Acara ini dicanangkan di Wina Austria pada sebuah konferensi International Egg Commission (IEC) tahun 1996. 

Di Indonesia, peringatan WED mulai digagas Pinsar Indonesia sejak tahun 2000-an. Kemudian pada tahun 2011 ditetapkan peringatan WED sekaligus dalam acara Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN).

Sejak 2013, Atas inisiatif Pinsar Indonesia (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia), ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) dan didukung oleh asosiasi-asosiasi peternakan dan kesehatan hewan, acara HATN dan WED mulain dilakukan di luar ibu kota. Seperti di Lapangan Renon Denpasar tahun 2013. Kemudian tahun 2014 diselenggarakan di pantai Losari Makassar, tahun 2015 di Palembang dan tahun 2016 di Lapangan Murjani Banjarbaru.

Sementara itu, di tahun ini acara HATN dan WED akan dipusatkan di Lombok, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain itu di Jakarta juga akan dilaksanakan sejumlah acara oleh Pinsar Indonesia.

Acara HATN dan WED akan diselenggarakan atas kerja sama dengan Lombok Post group dan didukung oleh Pemda Provinsi NTB khususnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan dinas terkait lainnya, seperti; Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Nusatenggara Barat (UNTB), komunitas peternak unggas, dan sejumlah lembaga dan komunitas lainnya.

HATN 2017 mengangkat tema “Ayam dan Telur Makanan Kita Semua”. Tema ini mengandung spirit bahwa ayam dan telur menjadi makanan semua lapisan masyarakat, karena harganya terjangkau dan kandungan gizinya luar biasa. Dengan mengonsumsi sebutir telur sehari dan sepotong daging ayam, tubuh kita akan lebih sehat dan cerdas.

Sumber Referensi:
pinsarindonesia.com
thinkegg.com
baranews.co

Next
This is the current newest page
Selanjutnya
Next Post »
Comments
0 Comments
Thanks for your comment