Lakukan Langkah Sederhana ini Agar Anda Semakin produktif Menulis Meski Motivasi Sedang Menurun


Pernahkah Anda kehilangan motivasi menulis?

Pasti sering.

Pernahkan Anda mengalami saat-saat seperti ini:

Sementara Anda memiliki dead line menulis yang harus segera Anda selesaikan, namun tak sebuah kata pun bisa Anda tulis. Paragraf pertama pun belum selesai. Atau bahkan lembar kerja Anda benar-benar kosong, putih tak ada noda.

Apa yang Anda rasakan?

Pasti Anda merasa payah dan sebal.

Dan setelah itu Anda mungkin akan mencari artikel-artikel tentang motivasi menulis.

Banyak orang suka berbicara tentang motivasi.

Banyak sekali artikel tentang motivasi menulis termasuk di blog ini.

Tapi pernahkan Anda sejenak bertanya pada diri Anda sendiri,”Bagaimana cara saya memotivasi diri saya sendiri untuk terus menulis?”

Mungkin jarang.

Karena itu pada artikel kali ini saya akan berbagi kiat agar kita bisa memotivasi diri kita sendiri untuk terus produktif menulis.

Sebelum kita mengetahui rahasia agar kita tetap semangat menulis, mari jawab dalam hati pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan utama:

Apa yang Anda lakukan ketika Anda sedang semangat menulis?

Diikuti dengan sebuah buah pertanyaan...

Bagaimana cara Anda mengubah motivasi menjadi produktivitas?

Dan pertanyaan yang lebih penting adalah...

Bagaimana cara Anda menggunakan motivasi itu untuk meyakinkan diri Anda agar tetap semangat menulis?

Jika Anda berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan baik, maka Anda akan mengetahui rahasia agar Anda tetap semangat menulis.

Tapi saya rasa pertanyaan-pertanyaan itu terlalu filosofis. Tak ada rumus pasti untuk menentukan mana jawaban yang paling benar.

Karena itu simak permbahasan berikut.

Jika Anda sudah tidak memiliki lagi motivasi untuk menulis, pertanyaan yang harus Anda ajukan bukanlah “Bagaimana agar saya tetap memiliki motivasi menulis?”

Tapi kita bisa ubah menjadi...

Bagaimana agar kita tetap semangat menulis meskipun tidak memiliki motivasi menulis?

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana. Tapi kenyataannya begitu banyak penulis yang memiliki tulisan-tulisan belum atau setengah jadi di file-file komputer mereka karena mereka tidak menggunakan motivasi menulis mereka secara efisien termasuk saya sendiri.

Berikut adalah ulasan singkat agar hal itu tidak terjadi pada Anda.

Gagasan ini terambil dari konsep psikologi, semoga akan mengubah cara Anda menulis.

Ingat!


Anda tidak selalu bisa mengontrol kapan, di mana, atau bagamana motivasi datang, tapi Anda bisa mengontrol penggunaannya

BJ Fogg Kepala Lap Stanford Persuasive Technology menerangkan tentang kondisi motivasi yang ia sebut dengan motivation wave.

Dasarnya adalah motivasi itu tidak konstan, ia naik dan turun seperti gelombang.

Suatu saat motivasi kita bisa berada pada kondisi sangat rendah.

Pada saat itu, melakukan sesuatu yang berat seperti menulis postingan yang menarik dan bermanfaat bagi pembaca blog, pasti sangat sulit.

Tapi di lain waktu, karena faktor yang tidak terduga-duga, mungkin karena Anda baru saja membaca kisah motivasi atau baru mengikuti seminar menulis, tiba-tiba motivasi menulis Anda meningkat derastis.

Dan saat itulah Anda akan merasa seolah-olah mampu melakukan segala perkejaan termasuk menulis.

Tapi tindakan kurang tepat yang dilakukan banyak penulis di saat kondisi motivasi sedang naik adalah...

Jika seorang penulis sedang super semangat menulis...

Ia akan menulis dan menulis dan menulis tiada henti hingga berlembar-lebar.

Tapi ketika motivasi itu tiba-tiba hilang, karena menemukan sebuah materi yang agak sulit misalnya, sekali lagi, Anda akan menghadapi masalah besar.

Karena itu...

Gunakan cara sederhana ini agar Anda tetap produktif menulis setiap hari.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, kita tidak selalu bisa mengontrol motivasi, tapi kita masih bisa mengontrol penggunaannya.

Kita tidak bisa selalu mengetahui kapan, di mana, atau bagaimana motivasi menulis itu datang, tapi sekali motivasi itu datang kita bisa mengatur penggunaannya. Artinya kita bisa mengaturnya secara efisien.

Dengan mengatur motivasi Anda secara efisien ketika motivasi itu sedang tinggi, kita bisa memanfaatkan motivasi itu untuk membuat kita semakin produktif menulis tiap hari.

Bagaimana caranya?

Dalam kegiatan menulis, terutama menulis postingan blog, mungkin Anda merasakan proses terberat bukanlah pada saat menulis ide, tapi proses mencari ide yang menyangkut riset dan membuat outline. Sekali Anda mendapat ide dan berbagai referensi, maka dapat dipastikan proses menulis jadi semakin mudah.

Karena itu, ketika motivasi menulis Anda sedang meningkat, ada baiknya Anda tidak menulis lima atau lebih postingan terlebih dahulu karena pasti akan memakan waktu lama. Sebagai gantinya Anda bisa mencari ide menulis dengan melakukan riset-riset atau pencarian di internet sehingga Anda memiliki banyak referensi dan Anda akan bisa membuat puluhan bahkan ratusan outline topik-topik apa yang akan Anda tulis selama beberapa hari ke depan.

Sehingga di kemudian hari, meski motivasi Anda sedang menurun Anda tetap bisa produktif menulis karena Anda melakukan proses yang relatif ringan.

Bagaimana masuk akal?

Karena itu kapan pun motivasi meningkat, lakukan kegiatan-kegiatan yang lebih berat untuk membantu mengatasi perasaan-perasaan berat ketika motivasi sedang turun.

Untuk praktisnya Anda bisa melakukan kegiatan ini:

Tulis daftar tulisan apa yang harus Anda selesaikan selama beberapa hari ke depan.

Bagi semuanya ke dalam dua kategori:

1. Kategori berat (proses yang akan berdampak jangka panjang pada kegiatan menulis)

2. Kategori ringan (proses yang bisa dikerjakan meski motivasi sedang menurun)

Penentuan suatu proses dikategori berat atau ringan berbeda-beda bagi masing-masing individu bergantung pada pengalaman yang dimiliki tiap-tiap penulis. Namun mugnkin Anda bisa menggunakan contoh berikut untuk menentukan kategori.


Kategori Berat Kategori Ringan
Mencari ide bagus dan menuliskannya Menulis kembali ide tulisan yang sudah ada
Membuat outline topik-topik tulisan Merevisi tulisan yang ditulis

Penentuan kategori di atas hanya contoh belakan. Hal ini bergantung masing-masing individu. Karena itu jika Anda mengetahui apa saja proses berat dan ringan dalam menulis, ijinkan saya menambahkan daftar di atas dengan komentar Anda.

Semoga artikel ini memotivasi Anda untuk terus menulis!

Jika ada motivasi lain, saya tunggu di kolom komentar ya...
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Comments
0 Comments
Thanks for your comment