Pacu Semangat Menulis Anda dengan Mengetahui 5 Manfaat Menulis Ini (Motivasi Menulis)


Menulis adalah kegiatan luar biasa karena ia adalah aktivitas multikeuntungan. Di samping bisa bermanfaat bagi si penulis, tulisan yang ditulis juga akan bermanfaat bagi orang lain.

Jika menulis adalah kegiatan luar biasa, apa yang bisa membuat kita terus dan terus menulis? Sementara begitu banyak hal yang bisa menghilangkan motivasi kita dalam menulis.

Mungkin ada baiknya Anda mengetahui manfaat menulis lebih dalam, sehingga Anda akan terpacu untuk lebih banyak menulis.

Lalu apa saja manfaat menulis itu?

Berikut ulasannya!

1. Terapi Kejiwaan

Menulis bisa kita manfaatkan sebagai terapi kejiwaan. Misalkan kita sedang berada dalam kondisi pikiran kalut dan galau. Cobalah menulis dan rasakan sensainya.

Jika Anda adalah seorang pecinta menulis, bukankah Anda merasakan kebahagiaan ketika menulis? Atau katakanlah Anda bukan seorang penyuka menulis, jika suatu saat Anda menulis, Anda masih akan merasakan kenikmatan menulis, karena Anda telah mengungkapkan perasaan Anda meski hanya pada secarik kertas.

Hal ini karena secara psikologi, kegiatan menulis memang akan memberikan dampak posistif bagi kejiwaan manusia bahkan bisa digunakan sebagai terapi kejiwaan. Benarkah? Belum percaya? Ini buktinya.

James Pennebaker, Ph. dalam bukunya berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotion menemukan bahwa mengungkapkan berbagai peristiwa yang pernah dialami dalam hidup dalam bentuk tulisan dapat memberi pengaruh terhadap otak dan sistem pertahanan tubuh. Dari ujicoba yang ia lakukan dengan menyuruh informannya menuliskan pengalamannya menunjukkan peningkatkan jumlah lymphocytes dalam darah, salah satu dari tipe dari sel darah putih yang bertugas untuk membunuh kuman, dan memiliki tingkat stress yang rendah.

Ia juga menemukan bahwa menulis juga dapat mengurangi kecemasan dan depresi. Ia juga membuktikan bahwa seseorang yang menuliskan emosi yang bersifat positif cenderung lebih sehat dari sebelumnya. Yang terakhir ini tanpa melakukan penelitian ilmiah yang panjang pun saya juga sudah membuktikannya.

Nah sudah percaya kan sekarang?

Kalau menurut pengalaman saya sendiri menulis akan memberi tempat kepada kita untuk melepas seluruh emosi yang ada dalam diri kita, mulai perasaan bahagia, marah, sedih, takut, dan perasaan-perasaan lain. Dengan begitu beban berat yang kita tanggung sendiri akan berangsur-angsur sirna dari ruang pikiran dan hati kita. Dalam jangka panjang, kegiatan menulis akan menghindarkan diri kita dari perasaan tertekan atau depresi.

2. Menulis untuk mengenal diri sendiri

Menulis akan membuat Anda menemukan diri Anda sebenarnya. Anda akan semakin mampu mengenali kepribadian Anda sesunggunya. 

Hal ini bisa terjadi karena Anda terus-menerus mengungkapkan pikiran dan perasaan Anda, hingga secara sadar atau tak sadar Anda benar-benar merasakan kebahagiaan yang ingin Anda rasakan selama ini. Dengan begitu Anda juga akan semakin percaya diri untuk menjalani kehidupan Anda.

3. Menulis untuk “keabadian”

Meski tak pernah ada keabadian dalam hidup ini, tapi setidaknya kita bisa membuat karya yang bisa bertahan lebih lama, bahkan dari umur kita.

Contohnya menulis.

Menulis akan membuat peristiwa-peristiwa yang pernah anda alami, pikiran-pikiran anda, gejolak perasaan, gagasan, ide, dsb. tidak akan hilang ditelan waktu. Dan itulah yang membuat anda bisa mengingat masa lalu dengan senyum, tertawa, atau kembali merenung sendiri membaca kalimat demi kalimat yang dulu anda tulis sendiri. 

Pernahkah suatu hari anda tanpa sengaja membaca buku tulis anda yang berisikan tulisan karangan pelajaran bahasa Indonesia saat anda SD. Atau tulisan diary Anda waktu zaman sekolah dulu. Pasti anda akan tertawa atau senyum-senyum sendiri. 

Atau yang lebih spektakuler lagi bahkan arsip-arsip itu bisa anda jadikan sebuah buku yang mungkin bisa menginspirasi banyak orang. Seperti para penulis novel yang menulis berdasarkan catatan-catatan masa silam.

4. Menulis untuk lebih kreatif

Menulis juga akan membuat kita selalu berpikir kreatif, bukan hanya berpikir pintar, tapi berpikir KREATIF. Karena jika kita hanya berhenti pada berpikir pintar, maka kita hanya merasakan kepintaran itu sendiri, tapi jika kita berpikir secara kreatif, maka kepintaran itu bukan hanya milik kita, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kita bisa berpikir kreatif karena kita terus menulis dan dengan menulis kita akan selalu membaca. Karena itulah pikiran kita selalu terdorong untuk terus berinovasi. 

Karena dengan selalu berinovasi, berarti kita selalu berpikir selangkah lebih maju dari orang lain. Tapi bukan untuk mengungguli orang lain lho. Kita bisa menjadi sosok bernama atau anonim yang selalu menjadi triger buat kemanjuan orang-orang sekitar kita atau bahkan buat orang-orang seluruh dunia.  

Karena daya kreatif itulah, dalam kehidupan sosial, kegiatan menulis akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia. 

Bayangkan jika anda menulis sebuah artikel atau buku yang kemudian anda publikasikan ke masyarakat luas entah melalui media cetak atau elektronik. Kemudian masyarakat pembaca merespon tulisan anda dengan penuh antusias dan mengatakan bahwa tulisan anda sangat menginspirasi mereka. Bukankah itu suatu kemanfaatan yang luar biasa?

5. Menulis untuk mendapatkan uang

Tapi masalahnya kita masih harus menjalani hidup dengan uang bukan dengan idealisme tingkat tinggi semacam itu, lalu apakah kegiatan menulis itu bisa kita jadikan karir hidup? Atau katakanlah sebagai pekerjaan yang bisa menghasilkan keuntungan finansial?

Satu kata: BISA!

Karena itu....

Jika menulis adalah panggilan hidup anda, tunggu apa lagi? Ayo menulis!
Sebelumnya
« Prev Post
Previous
This is the oldest page
Comments
0 Comments
Thanks for your comment