Saturday, 11 July 2015

Menulis dengan Semangat Berbagi (Motivasi Menulis)


Berbagi adalah kegiatan luar biasa yang bisa dilakukan setiap kita. Kita berbagi agar kita tak merasa sendiri. Agar segala yang kita miliki tak seakan milik pribadi. Juga agar kita lebih peka terhadap manusia-manusia lain atau bahkan mahluk-mahluk lain yang tinggal di bumi. 

Karena itu, secara naluri, kita bisa menganggap berbagi adalah kegiatan yang sangat penting. Bahkan agama Islam pun hingga mewajibkannya. Karena dengan berbagi akan membuat dunia kita lebih berwarna.

Berbagi itu sangat luar biasa karena berbagi bisa dilakukan dengan berbagai cara dan berbagi itu tidak mengenal batas, selama apa yang kita bagi adalah hal positif.

Berbagi itu tak perlu menunggu kita kaya. Atau menunggu kita sudah punya sesuatu. Atau menunggu kita jadi pejabat tinggi negara. Atau menunggu kita jadi orang berpengaruh di kampung kita, seperti Pak RT dan semisalnya. Hehe.


Kita bisa berbagi saat ini juga. 


Berbagi itu bisa dilakukan dengan tindakan sederhana. Ketika hati kita telah melunak dan merasa orang lain juga membutuhkan uluran tangan kita. Tinggal kita mau atau tidak.

Bagi yang sudah terlanjur sukses dan kaya raya, berbagi juga sebagai tanda jasa Anda kepada orang lain atas kesuksesan Anda.

Lalu mungkin Anda bertanya...

Lho kok bisa? Kan saya yang sukses? Saya sukses kan karena saya berusaha mati-matian siang malam bating tulang? Lalu apa hubungannya dengan orang lain?

Eits... Tinggu dulu! Benarkah kita sukses karena usaha kita sendiri tanpa ada campur tangan orang lain? Mungkn tidak demikian....

Sebenarnya keberhasilan kita bisa saja datang dari hal sederhana yang kita dapat dari orang lain. Seperti inspirasi kehidupan yang kita dapat dari orang lain semasa kita berjuang dulu. Bukankah itu membuktikan kesuksesan yang kita peroleh saat ini bukan semata-mata karena usaha kita sendiri?

Lalu apa yang bisa kita bagi sebagai tanda balas budi?

Banyak hal yang bisa kita bagi, mulai dari hal yang sederhana, yang barang kali sering kita abaikan hingga hal-hal hebat yang menyangkut dedikasi diri kepada sosial atau harta benda. 

Dari hal yang sederhana, kita bisa berbagi senyum, kesenangan, kebahagiaan, dsb. Dari hal-hal yang mungkin lebih hebat, kita berbagi harta dan semisalnya, asal jangan berbagi istri ya... Hehe.

Lebih luar biasa lagi, berbagi itu tidak membuat kita jadi kere alias miskin. Malah sebaliknya dengan berbagi kita sebenarnya tengah menambah apa yang kita punya bukan malah mengurangi milik kita.

Berbagi dengan hal yang sederhana juga bisa dilakukan dengan menulis. Kita bisa berbagi melalui kegiatan tulis-menulis. kita bisa menjadikan kegiatan tulis-menulis sebagai ladang berbagi atau ibadah yang sangat bagus. 

Dengan mempublikasikan ide-ide cemerlang yang kita miliki, kita bisa memberikan manfaat bagi umat manusia. Kita bisa menjadi pendorong terciptanya kemajuan masyarakat melalui kegiatan menulis. Dengan menulis kita bisa terus berinovasi, berusaha menemukan jawaban atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Kita bisa mencerahkan masyarakat.

Dan ingatlah menulis itu tidak akan membuat ilmu kita jari berkurang. Malah sebaliknya.
Menulis itu menambah


Misalnya ketika menulis gagasan kemudian kita bagikan ke khalayak pembaca, sebenarnya kita telah menambah perbendaharaan ilmu kita. 

Dengan membagikan tulisan kita, kita bisa belajar mengenai hal-hal yang sebelumnya asing bagi kita. kita bisa memperoleh tanggapan dari orang lain. Kita bisa memiliki pengalaman hidup yang belum kita alami sebelumnya. Kita bisa mendapat banyak kawan yang akan terus memberikan motivasi untuk tetap produktif atau mungkin suatu saat akan membantu meringankan kesusahan kita.

Pada saat itulah kegiatan menulis tidak akan serasa hanya untuk uang semata atau kegiatan omong kosong karena membuang waktu sia-sia.

Saya ingat dulu ketika saya menjadi wartawan kampus semasa kuliah. Saya pernah menulis sebuah feature tentang seorang kawan satu angkatan saya yang membuka bisnis ketringan makanan sambil kuliah. 

Setelah tulisan itu terpampang di laman web kampus, kawan saya itu menceritakan bahwa produk ketringannya semakin banyak diminati pelanggan. Kawan saya itu sampai kuwalahan menangani seluruh pesanan.

Setelah itu saya sadar menulis ternyata bukan hanya soal kesenangan yang memang menyenangkan, tetapi juga soal berbagi yang sangat membahagiakan. 

Karena dampak dari tulisan saya itu yang awalnya saya niatkan sebagai bentuk tanggung jawab saya selaku anggota wartawan kampus. Eh ternayata tulisan itu bisa berdampak seluas itu.

Nah bagaimana? Hebat bukan?


Menulis itu berbagi!


Bagaimana dengan pengalaman sobat?

No comments:

Post a Comment