Buang 8 Kebiasaan Buruk Ini Jika Ingin Menjadi Penulis Sukses


Setiap kita sebenarnya mampu mencapai sesuatu yang kita kira kita tidak mampu meraihnya. Namun, sering kali kita menjadi musuh bagi diri kita sendiri. Kita merusak potensi dan kemampuan kita sendiri dengan kebiasaan membatasi diri atau kebiasaan menganggap diri tak mampu.

Jika kita sadari betapa sering kita beralasan untuk tidak melakukan pekerjaan, menunda, atau berhenti melakukan sesuatu yang sebenarnya berpotensi membuat kita sukses hanya karena kita menganggap diri kita tidak mampu.

Temasuk soal tulis-menulis. Kadang kala tanpa kita sadari kita enggan meraih kesuksesan di masa depan. Kebiasaan kita saat ini membuktikan itu. Betapa sering kita memberi alasan kepada diri kita untuk tidak segera menulis. Dan berhenti menulis adalah bukti kita mengingkari kesuksesan di masa datang.  

Karena itu apa yang dibutuhkan?

Mental tekun

Tanpa ketekunan, pekerjaan yang kita lakukan saat ini akan cepat membuat kita bosan dan akhirnya berhenti.

Untuk membangun kesuksesan, kita harus memiliki mindset yang positif, kemauan untuk belajar yang kuat, berani berubah, dan bekerja keras.

Di samping itu ada beberapa kebiasaan yang perlu Anda hindari untuk meraih kesuksesan Anda di dunia tulis-menulis di masa depan.

Karena itu buang 8 kebiasaan buruk ini jika ingin menjadi penulis sukses.

1. Kebiasaan: hanya menulis ketika memiliki inspirasi

Penulis sukses itu sangat disiplin. Bagi mereka, menulis itu prioritas utama. Mereka menulis ketika memiliki inspirasi atau tidak memiliki inspirasi. 

Penulis biasa mungkin akan berkata,”Lagi capek nih” “Lagi gak punya inspirasi” “Lagi bosen” ketika mereka sedang tidak ingin menulis. Penulis sukses tidak mengatakan itu. 

Penulis sukses menulis tanpa memberi alasan untuk mengelak mengerjakan proyek menulis. Mereka tahu, membuat alasan adalah mantra-mantra kekalahan. Tentu saja, kadang penulis sukes mengalami writing block atau ide mampet, namun mereka tetap akan menyelesaikan proyek menulis.

2. Kebiasaan: menulis hanya untuk memberi manfaat diri sendiri

Penulis sukses itu profesional. Setiap kali mereka menulis, mereka menulis tulisan itu bukan untuk diri mereka sendiri. Mereka menulis untuk berekspresi bukan berimpresi, namun tetap mengacu pada target pasar. 

Pertanyaan yang ada di pikiran mereka adalah “Bagaimana tulisanku bermanfaat dan disenangi pembaca?” bukan “Bagaimana tulisanku nanti mendapatkan banyak uang?”

3. Kebiasaan: bodoh selalu berandai-andai

Penulis sukses itu tidak berandai-andai karyanya akan mencapai best atau megabest seller. Mereka fokus untuk memulai menulis dan melakukan yang terbaik.

4. Kebiasaan: bermain di zona aman

Hidup itu salah satu sisinya adalah menghadapi risiko dan belajar dari pengalaman buruk dan baik. Hal itu tidak dapat kita hindari jika kita ingin maju. Namun jika Anda tetap ingin berada di zona aman tapi juga ingin maju, bagaimana caranya?

Kita bisa baca kisah Mark Zuckerberg, Bill Gates, dan Steve Jobs. Mereka memiliki beberapa hal yang tak biasa. Pertama, mereka multi-milyader. Kedua, mereka keluar tanpa gelar apapun dari kampus beken untuk mengejar mimpi. Dan akhirnya apa yang terjadi hari ini? Kita kenal Facebook, Microsoft, Apple sebagai perusahaan dunia.

Menghindari risiko dan bermain di zona aman memang bisa membuat Anda tak celaka. Tapi tetap berada di kondisi seperti itu akan membuat Anda celaka di kemudian hari.

5. Kebiasaan: berdiskusi negatif dengan diri sendiri

Apa yang kita lakukan biasanya berawal dari diskusi dengan diri sendiri. Di tahap inilah setiap hal akhirnya dieksekusi. Tapi jika setiap kegiatan untuk mencapai kesuksesan Anda selalu Anda diskusikan dengan pikiran negatif, seperti kata-kata “Aku gak mungkin bisa” “Aku pasti gagal” Apa yang bakal terjadi?

Anda akan lebih sering tak berhasil.

Jika Anda sebagai penulis pemula selalu berpikir seperti itu. Kapan Anda akan menulis? Penulis sukses iu selalu menghilangkan pikiran-pikiran negatif semacam itu. Dan menggantinya dengan kata-kata positif seperti “Aku pasti bisa!” "Aku pasti berhasil!"

6. Kebiasaan: terus-menerus pesimis

Penulis biasa itu memiliki kebiasaan selalu pesismis. Mereka tidak percaya bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu. Berbeda 100% dengan penulis sukses. Penulis sukses itu selalu percaya bahwa dirinya bisa menulis apa yang benar-benar ia inginkan.

Optimisme dalam diri dapat menjadi penyemangat untuk terus berusaha dengan keras. Sementara pesimisme itu bisa mengaburkan setiap kemungkinan yang bisa saja terjadi dan menciptakan pikiran untuk gagal.

7. Kebiasaan: membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Tidak ada kelirunya jika Anda tidak sama dengan orang lain. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kapasitas untuk tumbuh dan berkembang yang sama, yang membedakan adalah kesempatan dan kerja keras, serta yang sangat penting adalah doa. Jika Anda selalu membandingkan diri Anda dengan para penulis beken dan menganggap diri Anda tidak sehebat orang lain, Anda mungkin akan merasa selalu kecut diri.

Penulis sukses itu tidak menilai dirinya berdasarkan standar yang dimiliki orang lain. Mereka melihat diri mereka dengan mata hati mereka sendiri.

8. Kebiasaan: menyerah ketika ada kesulitan 

Tidak seorang pun penulis sukses itu pernah memutuskan untuk berhenti menulis. Jika mereka berhenti menulis mereka tidak akan sukses seperti sekarang. Jika mereka mengalami kesulitan dalam menulis lalu memutuskan berhenti menulis, buku mereka tidak akan kita baca hingga sekarang. Jika mereka menemui kesulitan lalu berhenti berusaha untuk terus menulis, nama mereka tidak akan kita kenal hingga sekarang.

Karena itu hadapi setiap tantangan dan kesulitan dalam menulis, jika Anda ingin menjadi penulis sukses.

Demikianlah artikel kebiasaan buruk penulis biasa.

Jika ada kebiasaan lain yang menghambat kesuksesan dalam dunia tulis-menulis atau ada saran, kritik atau pertanyaan lain, saya tunggu di kolom komentar ya....

Mari sama-sama belajar dan berbagi.

Semoga bermanfaat...

Selamat menulis!
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Comments
0 Comments
Thanks for your comment