Berpikir Sederhana dan Mulailah Menulis


Berpikir sederhana atau kata orang Jawa, ojo neko-neko, mungkin juga bisa kita gunakan untuk memotivasi kita agar terus menulis. 

Banyak dari kita yang tak menulis karena pikiran selalu terpaku pada hal-hal rumit yang sering kita anggap masalah besar dalam menulis. Seperti bagaimana jika tulisan kita dinilai orang lain buruk, bagaimana jika kita dinilai tidak cukup pintar dalam menuangkan gagasan, bagaimana jika tulisan kita nanti setelah dibaca orang malah mendapat respon negatif, dan sebagainya.

Karena mungkin banyak dari kita yang tak menulis oleh sebab selalu berpikir berat atau berpikir hal-hal berikutnya yang bakal terjadi. Atau karena kita selalu berpikir secara rinci yang membuat kita selalu mencari kesalahan pada ide kita. Dan akhirnya kita tidak mau menulis. 

Karena itu berpikirlah sederhana karena itu akan meringankan pikiran kita. Tuliskan apa adanya. Tanpa adanya penghakiman terlebih dahulu oleh pikiran kita yang kadang hanya didorong oleh perasaan khawatir yang beralasan remeh. 

Karena pada dasarnya, pekerjaan penghakiman dalam dunia tulis menulis telah ada bidangnya sendiri yakni penyuntingan. Sementara pekerjaan menulis adalah mengeluarkan ide atau gagasan kita ke dalam bentuk tulisan. Jadi jika terdapat kesalahan maka kita bisa menjadi penyunting setelah tulisan kita ditelurkan ya.

Berpikir sederhana juga akan membuat tulisan kita mengalir dengan sendirinya, tanpa perlu kita berpikir hal-hal hebat yang berlum tentu kita bisa menuliskannya. Karena itu menulislah apa yang bisa ditulis dan ingin ditulis. 

Di samping itu, ada hal yang lebih penting...

Pahamilah kegiatan menulis itu sebagai pekerjaan tangan, bukan pekerjaan pikiran. Jika menulis dipahami sebagai pekerjaan pikiran maka perlu kecerdasan lebih untuk menulis. Tapi jika menulis dipahami sebagai pekerjaan tangan maka Anda tidak perlu jadi orang super pintar dan jeli untuk menulis. 

Yang pertama dan paling utama adalah tuliskan semuanya dengan tangan. Tak perlu susah berpikir atau dari mana harus memulai menulis. Langsung saja duduk dan tulislah apa yang ada dipikiran Anda. Tak perlu berpikiran terlalu dalam. Biarlah hal-hal rumit yang ada dipikiran Anda berangsur-angsur berkurang. 

Karena biasanya alasan kenapa kita sulit menuangkan gagasan ke dalam sebuah tulisan adalah karena begitu banyak gagasan yang hanya Anda diskusikan dalam pikiran dan Anda menganggap gagasan Anda banyak kekurangan sehingga Anda enggan mengeluarkannya. 

Satu kata: keluarkan dulu baru perbaiki!  

Itulah yang pertama dibutuhkan dalam tahap awal. Paksa diri Anda untuk terbiasa menulis, sekali lagi terbiasa menulis. Hal-hal lain bisa Anda pelajari nanti untuk menghasilkan tulisan yang semakin berkualitas. 

Buat diri Anda terbiasa menulis. Karena pada dasarnya semua orang bisa menulis, hanya kebiasaan itu yang membedakan seorang penulis dengan bukan penulis. 

Seperti halnya orang naik sepeda, yang membedakan orang bisa naik sepeda dan orang yang tidak bisa naik sepeda hanyalah kebiasaan. Semua orang tahu bahkan Anda pun tahu bahwa naik sepeda tidak memerlukan kecerdasan ekstra ataupun talenta, yang dibutuhkan hanyalah keuletan untuk membiasakan diri naik sepeda dan segalanya akan menjadi semakin mudah setelah terbiasa. 

Begitu juga dalam proses menulis, yang dibutuhkan bukan bakat atau talenta. Orang tidak perlu didaulat sebagai manusia yang lahir dengan bakat menulis untuk menulis. Orang tidak perlu dinobatkan sebagai orang bertalenta nulis untuk menulis.

Karena itu sekali lagi, yang dibutuhkan adalah pembiasaan diri untuk terus dan terus menulis. 

Dan satu lagi yang penting....

Berpikirlah sederhana dan mulailah menulis.

Selamat menulis!

Semoga bermanfaat.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Comments
0 Comments
Thanks for your comment